Langsung ke konten utama

Tugas 1 : Konservasi Arsitektur



Pengertian Konservasi
  1. Konservasi secara harfiah berasal dari kata Conservation yang artinya pelestarian /  perlindungan. 
  2. Sebagai konsep proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang terkandung terpelihara dengan baik.
  3. meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai kondisi dan situasi local.
  4. Konservasi kawasan atau sub bagian kota adalah sebuah upaya pencegahan perubahan social dan bukan secara fisik saja.
Tujuan Konservasi
  1. mengembalikan wajah dari objek pelestarian 
  2. memanfaatkan objek pelestarian untuk menunjang kehidupan masa kini
  3. mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan perencanaan masa lalu yang tercemin dalam objek pelestarian
  4. menampilkan sejarah pertumbuhan lingkungan kota dalam wujud fisik 3 dimensi
Manfaat Konservasi
  1. memperkaya pengalaman visual
  2. memberi suasana permanen yang menyegarkan
  3. memberi keamana psikologis
  4. mewariskan arsitektur
  5. asset komersial dalam kegiatan wisata internasional
Ruang Lingkup Obyek Konservasi
  1. lingkungan alami (Natural Area)
  2. kota dan desa (Town and Village)
  3. garis cakrawala dan koridor pandang (Skylines and Vie Corridor)
  4. kawasan (Districts)
  5. wajah jalan (Street-scapes)
  6. bangunan (Building)
  7. benda dan penggalan (object and fragments)
Prinsip dan Dasar Kebijakan Konservasi
Prinsip Konservasi
  1. tidak mengubah bukti sejarah
  2. menangkap kembali makna dari suatu tempat atau bangunan 
  3. suatu bangunan atau hasil karya bersejarah harus tetap berada pada lokasi historinya
  4. menjaga terpeliharanya latar visual yang cocok seperti bentuk skala, warna, tekstur, serta bahan materialnya
Dasar Kebijakan Konservasi
UU RI No. 5/1992 ketentuan umum Benda Cagar Budaya, Situs dan Lingkungan Cagar Budaya
Tujuan pelestarian : melindungi dan memanfaatkan benda cagar budaya untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia
Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 1999 tentang pelestarian dan pemanfaatan lingkungan dan cagar budaya, bangunan cagar budaya dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :


1. Golongan A
bangunan yang termasuk gol A adalah bangunan yang memenuhi kriteria nilai sejarah, keaslian, kelangkaan, landmark/tengeran, arsitektur dan umur. pemugaran bangunan pada gol ini merupakan upaya preservasi berdasar ketentuan sebagai berikut :
  • bangunan dilarang dibongkar dan/atau diubah
  • apabila kondisi bangunan buruk, roboh, terbakar, atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya
  • pemeliharaan dan perawatan bangunan harus menggunakan bahan yang sama/sejenis atau memiliki karakter yang sama, dengan mempertahankan detail ornament bangunan yang telah ada
  • dalam upaya revitalisasi dimungkinkan adanya penyesuaian/perubahan fungsi sesuai rencana kota yang berlaku tanpa mengubah bentu bangunan aslinya
  • didalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi suatu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama.
2. Golongan B
bangunan yang termasuk gol B adalah bangunan yang memiliki kriteria keaslian, kelangkaan, landmark/tengeran, arsitektur dan umur. pemugaran bangunan ini merupakan upaya preservasi dengan ketentuan sebagai berikut:
  • bangunan dilarang dibongkar secara sengaja dan apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula dengan aslinya
  • pemeliharaan dan perawatan bangunan harus dilakukan tanpa mengubah pola tampak depan, atap dan warna, serta degan mempertahankan detai ornament bangunan yang penting
  • dalam upaya rehabilitasi dan revitalisasi dimungkinkan adanya perubahan tata ruang dalam asalkan tidak menguah struktur utama bangunan
  • didalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi suatu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama.
pada gol ini tingkat pemugaran masih dibagi lagi menjadi :
  • B1, sosok bangunan serta fasad secara arsitektural dipertahankan. pemugarab yang menyangkut elemen selubung bangunan, pemilihan material serta penentuan warna harus mempunyai kandungan yang besar bagi nilai pelestarian
  • B2, mempertahankan sosok bangunan dan fasad. penerapan elemen fisik atau non fisik yang baru dengan mengadaptasi karakter elemen - elemen yang signifikan dan secara arsitektural bernilai tinggi pada selubung bangunan, pemilihan material dan penetuan warna boleh dilakukan asalkan serasi dan tidak mengganggu
  • B3, mempertahankan salah satu antara sosok bangunan atau fasad. penerapan elemen fisik atau non fisik (desain) yang baru dengan mengadaptasi karakter elemen - elemn yang signifikan dan secara arsitektural bernilai tinggi pada selubung bangunan, pemilihan material dan penentuan warna boleh dilakukan asalkan serasi dan tidak mengganggu.
3. Golongan C
bangunan yang termasuk gol C adalah bangunan yang memenuhi kriteria arsitektur dan umur. pemugaran bangunan ini merupakan upaya preservasi dengan ketentuan sebagai berikut:
  • perubahan bangunan dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan pola tampak muka, arsitektur utama dan bentuk atap bangunan
  • detail ornament dan bahan bangunan disesuaikan dengan arsitektur bangunan disekitarnya dalam keserasian lingkungan
  • penambahan bangunan didalam perpetakan atau persil hanya dapat dilakuakn dibelakang bangunan cagar budaya yang harus sesuai dengan arsitektur bangunan cagar budaya dalam keserasian lingkungan
  • fungsi bangunan dapat diubah sesuai dengan rencana kota.
Peran Arsitek dalam Konservasi
Internal :
  • meningkatkan kesadaran di kalangan arsitek untuk mencintai dan mau memelihara warisan budaya berupa kawasan dan bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi
  • meningkatkan kemampusan serta penguasaan teknis terhadap jenis - jenis tindakan pemugaran kawasan atau bangunan, terutama teknik adaptive reuse
  • melakukan penelitian serta dokumentasi atas kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan
Eksternal :
  • memberi masukan kepada Pemda mengenai kawasan - kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan dari segi arsitektur
  • membantu Pemda dalam menyusun rencana tata ruang untuk keperluan pengembangan kawasan yang dilindungi (urban design guidelines)
  • membantu Pemda dalam menentukan fungsi atau penggunaan baru bangunan - bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi yang fungsinya sudah tidak sesuai lagi (misalnya bekas pabrik atau gudang) serta mengusulkan bentuk konservasi arsitekturalnya
  • memberikan contoh keberhasilan proyek pemugaran yang dapat menumbuhkan keyakinan pengembang bahwa dengan mempertahankan identitas kawasan/bangunan bersejarah, pengembangan akan lebih memberikan daya Tarik yang pada gilirannya akan lebih mendatangkan keuntungan finansial


Sumber :
koentjoro7.blogspot.co.id/2013/04/
http://catatantugassoftskill.blogspot.co.id/2017/04/konservasi-arsitektur_3.html
lib.ui.ac.id


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perancanaan Fisik pembangunan I

Daftar isi 1. BAB I Pendahuluan 2. BAB II UU No. 24 Tentang Tata Ruang Skema Proses Perencanaan Proses Pembangunan Distribusi Tata Ruang Lingkup Nasional Sistem Wilayah Pembangunan Studi Kasus Kesimpulan Referensi BAB I Pendahuluan Perencanaan fisik pembangunan pada hakikatnya dapat diartikan sebagai suatu usaha pengaturan dan penataan kebutuhan fisik untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dengan berbagai kegiatan fisiknya. Perencanaan fisisk pembangunan sangat penting dalam keberlngsungansuatu kota diamana kota akan terlihat rapi, indah, dan nyaman bagi penduduknya. BAB II UU No. 24 Tentang Tata Ruang : Ruang adalah wadah yang meliputi daratan, lautan, dan udara sebagai satu kesatuan wilayah. Tempat manusia dan makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait adanya batas dan sistem yang ditentukan berdasarkan aspek...

About Garden Of Stars, Hong Kong

GARDEN OF STARS, HONGKONG Garden of stars dibuka pada 15 November 2015. Bersama dengan Starry Galeri dekat dengan stasiun East TST adalah untuk menggantikan “Avenue of Stars”. Avenue of stars ditutup pada 8 Oktober 2015 untuk perbaikan dan akan dibuka kembali setelah 3 tahun sampai akhir 2018. Namun, beberapa patung yang paling populer dan cetakan tangan telah dipindahkan ke Tsim Tsa Tsui East Waterfront Podium Garden (sekarang sementara di Garden of Stars). Siapapun yang ingin mengunjungi Avenue of Stars dapat berkunjung ke tempat baru untuk mengambil foto dengan Bruce Lee seorang actor terkenal, McDull, Anita Mui, dan banyak bintang film local lainnya. Patung dari Movie Star Patung yang paling populer di Avenue of Stars ialah patung Bruce Lee. Sekarang patung ini berdiri di tengah kebun. Di sebelah patung Bruce Lee terdapat patung dari pemain film Anita Mui. Dan di bagian pintu masuk terdapat patung dari karakter kartun terkenal yaitu McDull. Patung d...

Trip to Hong Kong - Macau - Shenzhen DAY 2

Halllooooooo..... Morning Call jam 6 pagi waktu Hong Kong, setelah siap - siap dan sarapan petualangan baru pun di mulai...yeayyy Sambil seret - seret koper ke bus, karena hari ini kami akan menyebrang ke Macau  ^_^... Sebelum ke Macau kami melanjutkan perjalan ke suatu tempat yang sebenernya udah ditunggu - tunggu...yuppp it's a madame tussauds Di Madame Tussauds kita bisa ketemu actor, aktris, ilmuan, tokoh - tokoh pahlawan, bahkan Kepala Negara...#WOW tapi inget disini g ada macem - macem ghost ya...hehehe Dari Bapak Soekarno, Mr. Obama, Albert Einstein, Sampe aaaaaaaaaaaaaaaaaaa (ceritanya histerissss) yuppppppp He's Siwon oppa (berlinang air mata)...oooppppaaaa saranghae <3 dan masih banyak lagi oppa oppa lainnya...hehehe Setelah (gak cukup puas) disini kami melanjutkan perjalan ke repulse bay, jalanan yang cukup curam namun disuguhkan dengan pemandangan - pemandangan yang indah. Akhirnya sampai lah kami di pantai Repulse Bay, di tempat ini j...